Tampilkan postingan dengan label Masjid Babussalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Babussalam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2018

ZAKAT FITRAH



Pada masa Rasulullah... pernah satu kali sahabat Usman KELUPAAN membayar zakat fitrah hingga usai shalat Ied...
Begitu beliau ingat, segera beliau pulang dan mengambil seekor unta yang paling bagus miliknya dan dijualnya...,
kemudian uang hasil penjualan unta tersebut beliau pakai untuk memerdekakan seorang
budak...

Setelah itu beliau menghadap
Rasulullah dan berkata :
 "Ya, Rasulullah, bahwasannya saya telah lupa membayar zakat fitrah namun saya telah menjual seekor unta yang paling bagus milik saya dan saya gunakan untuk memerdekakan seorang budak.
Apakah itu itu setara nilainya dengan zakat fitrah yang lupa saya bayarkan?"

Dan dihadapan para sahabat Rasulullah menjawab :
"Sangat merugi bagi siapapun yang tidak membayar zakat fitrah... karena pahala zakat fitrah itu sangatlah tak terhingga... Jangankan memerdekakan SEORANG budak, memerdekakan SERATUS orang budakpun takkan dapat menyamai pahala zakat fitrah".

Subhanallah..., begitu
hebatnya pahala zakat fitrah..., maka saudaraku sekalian jangan sampai kelupaan menunaikannya...

Mohon maaf sekedar mengingatkan...

Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNYA kpd kita semua...

Aamiin YRA...

#mengingatkansaudaraku
#tunaikatzakat





Selasa, 27 Februari 2018

๐Ÿ•‹ Nasehat Bagi Yang Masih "MALAS"tuk Datang ke Majelis Ilmu

 

 



Pandai-pandailah mengatur waktu yang Allah Ta’ala berikan kepada kita.

Janganlah kalian menjadi "orang-orang yang merugi", seperti yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya ๐Ÿ“– [lihat QS. Al-Asr]

๐Ÿ‘‰ Berikanlah bagian untuk menuntut "Ilmu Syar’i".

Sisihkanlah satu atau dua hari dalam seminggu untuk menghadiri Majelis Ilmu jika tidak mampu melakukannya sesering mungkin.

Jangan biarkan hari-hari kita penuh dengan kesibukan, namun kosong dari menuntut Ilmu dan berdzikir kepada Allah Ta’ala.

๐Ÿ‘‰ Ingat, bahwa orang yang tidak meghadiri Majelis Ilmu dan tidak mau menuntut "Ilmu Syar’i", maka ia akan merugi di dunia dan di akhirat.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga...”
๐Ÿ“œ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6297]

Beliau ๏ทบ juga bersabda:
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya."
๐Ÿ“œ [Hadits ini merupakan potongan dari hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah oleh: HR. Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah]

Beliau ๏ทบ juga menganjurkan kita untuk menghadiri majelis ilmu dengan sabdanya:
Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya, "Apakah taman syurga itu?" Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (Majelis Ilmu)."
๐Ÿ“œ [Riwayat At Tirmidzi dan dishahihkan Syeikh Salim bin Ied Al Hilali dalam Shahih Kitabul Adzkar 4/ 4]



โ„น Berikut beberapa faidah keutamaan  menghadiri Majelis Ilmu:

• Mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan Rasulullah ๏ทบ, serta mencontoh jalan hidup para salafusshalih.
• Mendapatkan ketenangan.
• Mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
• Dipuji Allah di hadapan para malaikat.
• Mengambil satu jalan mendapatkan warisan para Rasul.
• Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim.



Seseorang (yang hatinya lurus) akan iri apabila melihat orang-orang yang lebih muda darinya lebih bersemangat dan lebih awal mendatangi Majelis Ilmu.

Ia akan merasa iri pada saat melihat anak-anak kecil dan para pemuda telah hafal Al-Qur'an.

Ia menyesali masa mudanya yang tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghafal dan menuntut "Ilmu Syar'i".

➡ Akibatnya, ketika ia berkeinginan menghafal dan menuntut ilmu di masa tuanya, banyak kesibukan dan banyak teman-temannya yang menyita waktunya siang dan malam, hanya untuk sesuatu yang tidak membawanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) -rahimahullaah- mengatakan,
“Belajar hadits di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.”
๐Ÿ“ƒ [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/ 357, no. 482)]

Oleh karena itu, sebelum kita disibukkan oleh orang lain, direpotkan berbagai urusan, dan menyesal seperti orang yang mengalaminya, maka manfaatkanlah masa muda untuk menuntut "Ilmu Syar’i".



Ini bukan berarti orang yang sudah tua boleh berputus asa dalam menuntut ilmu, namun seluruh umur yang kita miliki adalah kesempatan untuk menuntut ilmu karena ia adalah ibadah.

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَุงุนْุจُุฏْ ุฑَุจَّูƒَ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠَุฃْุชِูŠَูƒَ ุงู„ْูŠَู‚ِูŠู†ُ

“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya keyakinan (kematian).”
๐Ÿ“– [Al-Hijr: 99]

Oleh karena itu, para remaja maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala apa yang telah luput dan berlalu.

Sekarang mulailah menuntut ilmu, menghadiri Majelis Ta’lim (Majelis yang isi kajiannya "Ilmu Syar'i"), belajar dengan benar dan sungguh-sungguh, dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanyakan kepada Imam Ahmad, “Sampai kapankah seseorang menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab, “Sampai meninggal dunia (mati).”
๐Ÿ“ƒ [Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 77)]

Baarokallohu Fiikum



๐Ÿ“ Admin MCS

•════เฎœ✽✿۩❁۩✿✽เฎœ════•

๐Ÿ•‹ Menebar Cahaya Sunnah

【Channel Telegram】

@MenebarCahayaSunnahMCS
Klik ⤵
https://t.me/MenebarCahayaSunnahMCS

•════เฎœ✽✿۩❁۩✿✽เฎœ════•

๐Ÿ”ˆ Silahkan disebar kiriman ini tanpa merubah isinya. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazaakumullohu Khoyron.

Senin, 29 Januari 2018

SHALAT GERHANA BULAN TOTAL, 31 JANUARI 2018



Assalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh..

ikutilah..  SHALAT GERHANA BULAN, pada :
Hari : Rabu
Tanggal : 31 Januari 2018
Waktu : Ba'da Shalat Isya (Isya jam 19.32 Waktu Duren Sawit) 
IMAM dan KHATIB SHALAT GERHANA BULAN
Ust.  Yudi Abu Yahya,  

Masjid Babussalam
Jl.  Bunga Rampai 5 Blok 22
RT. 16 RW. 09, Malaka Jaya
Duren Sawit,  Jakarta Timur 13460
Telp.  021-8622557, 081211508997

ู†َّ ุงู„ุดَّู…ْุณَ ูˆَุงู„ู‚َู…َุฑَ ุขูŠَุชَุงู†ِ ู…ِู†ْ ุขูŠَุงุชِ ุงู„ู„ู‡ِ ู„ุงَูŠَู†ْูƒَุณِูَุงู†ِ ู„ِู…َูˆْุชِ ุฃَุญَุฏٍ ูˆَู„ุงَ ู„ِุญَูŠَุงุชِู‡ِ ูَุฅِุฐุง ุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ุฐَู„ِูƒَ ูَุงุฏْุนُูˆْุงุงู„ู„ู‡َ ูˆَูƒَุจِّุฑُูˆْุง ูˆَุตَู„ُّูˆْุง ูˆَุชَุตَุฏَّู‚ُูˆْุง …

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. [Muttafaqun ‘alaihi]

Wassalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.


#MasjidBabussalam #BungaRampai #MalakaJaya #DurenSawit  #ShalatGerhanaBulan #Shalatgerhana #shalatkhusuf #yaysanbabussalammalakajaya #khatibdanimamshalatgerhana




Kamis, 25 Januari 2018

KHATIB dan IMAM SHALAT JUMAT tgl. 26 Januari 2018 atau 10 Jumadil Awwal 1439 H Jam : 12.08 WIB


Assalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh..

KHATIB dan IMAM SHALAT JUMAT tgl.  26 Januari 2018 atau 10 Jumadil Awwal 1439 H
Jam : 12.08 WIB

Ust.  Yudi Abu Yahya,  Lc

Masjid Babussalam
Jl.  Bunga Rampai 5 Blok 22
RT. 16 RW. 09, Malaka Jaya
Duren Sawit,  Jakarta Timur 13460
Telp.  021-8622557, 081211508997

"Hai orang-orang yang beriman,  apabila diserukan untuk menunaikan Shalat Jumat,  maka bersegeralah Kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli" (Al Jumu'ah ayat 9)

Wassalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.


#MasjidBabussalam #BungaRampai #MalakaJaya #DurenSawit  #JumatBarokah #ShalatJumat #yaysanbabussalammalakajaya #khatibdanimamshalatjumat

Minggu, 26 November 2017

KAJIAN ISLAM RUTIN AHAD MALAM

Assalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh



Hadirilah...  Kajian Islam Rutin Ahad Malam Masjid Babussalam pada :

AHAD,  26 November 2017 atau 8 Rabiul Awal 1439 H
Waktu : Shalat Maghrib  s/d Selesai

Pemateri : UST.  Sihabuddin Umar,  SE MM. 
Tema : Sirah Nabawiyah (Sejarah bangsa Arab dan Perjalanan Hidup Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam yang Agung) 

Masjid Babussalam
Jl.  Bunga Rampai 5 blok 22
RT. 16 RW. 09, Malaka Jaya
Duren Sawit,  Jakarta Timur 13460
Telo.  021-8622557, 081211508998

Wassalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaaruh. 

#Masjid Babussalam #Bunga Rampai #Malaka Jaya #Duren Sawit #SirahNabawiyah #ShalatMaghribdanIsyaBerjamaah #Kajian Ahad Malam #Shalatberjamaah

Kamis, 02 November 2017

KHATIB dan IMAM SHALAT JUMAT tgl 10 Nopember 2017 atau 21 Safar 1439 H

KHATIB dan IMAM SHALAT JUMAT tgl 10 Nopember 2017 atau 21 Safar 1439 H
Jam : 11.38 WIB

Ust.  H. Sutono

Masjid Babussalam
Jl.  Bunga Rampai 5 Blok 22
RT. 16 RW. 09, Malaka Jaya
Duren Sawit,  Jakarta Timur 13460
Telp.  021-8622557

#Masjid Babussalam #Bunga Rampai #MalakaJaya #DurenSawit  #Jumatbarokah #shalatjumat #khatibdanimamshalatjumat

Khutbah Jumat

Shalat Jenazah/Mayat



Rabu, 04 Oktober 2017

MEMAKMURKAN MASJID

Joint
t.me/@seputartarjih
t.me/@muhammadiyah


Masjid Babussalam Malaka Jaya



ุฅِู†َّู…َุง ูŠَุนูۡ…ُุฑُ ู…َุณَู€ٰุฌِุฏَ ูฑู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ۡ ุกَุงู…َู†َ ุจِูฑู„ู„َّู‡ِ ูˆَูฑู„ูۡŠَูˆูۡ…ِ ูฑู„ุۡฃَุฎِุฑِ ูˆَุฃَู‚َุงู…َ ูฑู„ุตَّู„َูˆٰุฉَ ูˆَุกَุงุชَู‰ ูฑู„ุฒฺَّชَูˆٰุฉَ ูˆَู„َู…ۡ ูŠَุฎุۡดَ ุฅِู„َّุง ูฑู„ู„َّู‡َ‌ۖ ูَุนَุณَู‰ٰٓ ุฃُูˆْู„َู€ٰูٓฎِูٕƒَ ุฃَู† ูŠَูƒُูˆู†ُูˆุงْ ู…ِู†َ ูฑู„ูۡ…ُู‡ุۡชَุฏِูŠู†َ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada  siapapun) kecuali kepada Allah, maka semoga mereka menjadi golongan yang mendapatkan petunjuk” [QS at-Taubah ayat 18].

๐Ÿ•ŒMasjid adalah rumah Allah yang memiliki kedudukan istimewa dengan banyak manfaat yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT bagi kaum muslimin dan muslimat yang senang ke masjid. Rasulullah SAW memotivasi kita agar gemar ke masjid dan memberikan kabar gembira sebagai berikut:

๐Ÿ•Œ1. Langkah menuju masjid merupakan kebaikan dan sarana penghapusan dosa dan meninggikan derajat.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ :ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َู†ْ ุชَุทَู‡َّุฑَ ูِูŠ ุจَูŠْุชِู‡ِ ุซُู…َّ ู…َุดَู‰ ุฅِู„َู‰ ุจَูŠْุชٍ ู…ِู†ْ ุจُูŠُูˆุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„ِูŠَู‚ْุถِูŠَ ูَุฑِูŠุถَุฉً ู…ِู†ْ ูَุฑَุงุฆِุถِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูƒَุงู†َุชْ ุฎَุทْูˆَุชَุงู‡ُ ุฅِุญْุฏَุงู‡ُู…َุง ุชَุญُุทُّ ุฎَุทِูŠุฆَุฉً ูˆَุงู„ْุฃُุฎْุฑَู‰ ุชَุฑْูَุนُ ุฏَุฑَุฌَุฉً

Dari Abi Hurairah RA: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.”  [Shahih Muslim HN 1070; Sunan Abu Daud HN 1243; Musnad Ahmad HN 7118 & 8906; Sunan Ad-Darimi HN 359]

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุญِูŠู†َ ูŠَุฎْุฑُุฌُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ู…ِู†ْ ุจَูŠْุชِู‡ِ ุฅِู„َู‰ ู…َุณْุฌِุฏِู‡ِ ูَุฑِุฌْู„ٌ ุชُูƒْุชَุจُ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَุฑِุฌْู„ٌ ุชَู…ْุญُูˆ ุณَูŠِّุฆَุฉً

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika seseorang keluar dari rumahnya menuju masjid, maka tiap langkah satu kakinya dicatat satu kebaikan dan dari kakinya yang satu lagi sebagai penghapus satu kejelekan.”  [Sunan Nasai – 698]
Semakin banyak langkah seseorang menuju masjid pahalanya lebih besar. Tersebut dalam hadits dari  Abu Musa: “Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling banyak mendapatkan pahala dalam shalat adalah mereka yang paling jauh (jarak rumahnya ke masjid), karena paling jauh dalam perjalanannya menuju masjid. Dan orang yang menunggu shalat hingga dia melaksanakan shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang melaksanakan shalat kemudian tidur.”  [Shahih Bukhari HN 614]
Secara harfiah, makna masjid adalah tempat bersujud. Masjid adalah rumah Allah tempat para hamba-Nya yang saleh merendahkan diri di hadapan-Nya dengan bersujud melalui shalat.

 ๐Ÿ•ŒMasjid adalah simbol segala macam kebaikan. Langkah menuju masjid adalah langkah menuju kebaikan. Melangkah ke masjid dengan niat ikhlas semata-mata untuk melaksakan kewajiban-kewajiban yang Allah tetapkan, adalah sikap penyerahan diri kepada Allah.
Allah memberikan penghargaan sangat tinggi kepada orang-orang yang dengan ikhlas mendatangi rumah-Nya dengan memberikan nilai atas enerji yang dikeluarkan untuk setiap langkahnya. Satu langkah kaki mendapat apresiasi pengampunan atas dosa dan kesalahannya, dan langkah lainnya mendapatkan kebaikan dan peningkatan derajat.
Shalat terbaik adalah yang dikerjakan berjama’ah di masjid. Tentu dengan segala amalan sunnah yang menyertainya. Seseorang yang selalu berusaha melangkahkan kakinya menuju masjid setiap datang waktu shalat, tentu memiliki semangat menjaga dirinya dalam kebaikan dan berusaha menjadi lebih baik.
Langkah ke masjid memiliki makna simbolik sebagai perjalanan menuju kebaikan dan meninggalkan keburukan. 
Orang yang menuju kebaikan layak mendapatkan peningkatan derajat, dan orang yang meninggalkan keburukan layak mendapatkan ampunan.

๐Ÿ’2. Berkumpul dalam masjid untuk belajar al-Qur’an memberikan ketenangan, turunnya rahmat Allah, dan dikelilingi para Malaikat.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู…َุง ุงุฌْุชَู…َุนَ ู‚َูˆْู…ٌ ูِูŠ ุจَูŠْุชٍ ู…ِู†ْ ุจُูŠُูˆุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ูŠَุชْู„ُูˆู†َ ูƒِุชَุงุจَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูŠَุชَุฏَุงุฑَุณُูˆู†َู‡ُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุฅِู„َّุง ู†َุฒَู„َุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุงู„ุณَّูƒِูŠู†َุฉُ ูˆَุบَุดِูŠَุชْู‡ُู…ْ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉُ ูˆَุญَูَّุชْู‡ُู…ْ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ูˆَุฐَูƒَุฑَู‡ُู…ْ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠู…َู†ْ ุนِู†ْุฏَู‡ُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: “Tidaklah sebuah kaum berkumpul di dalam rumah diantara rumah-rumah Allah ta’ala, membaca kitab Allah, dan saling mempelajarinya diantara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka diantara malaikat yang ada di sisi-Nya.” [Sunan Abu Daud HN 1243].
Hadits tersebut menunjukkan bahwa masjid adalah tempat yang sangat baik untuk membaca al-Qur’an, mempelajarinya sampai memahami maksud yang terkandung di dalamnya dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Membaca dan mempelajari al-Qur’an di masjid adalah amalan penenang hati, mendatangkan rahmat Allah, dan menghadirkan para Malaikat mengelilinginya. Aura masjid adalah kebaikan dan kesalehan. Berada dalam masjid memberikan semangat menjadi lebih saleh dan lebih baik.
Kita bisa membuat kesepakatan dengan beberapa anggota jama’ah masjid untuk belajar membaca al-Qur’an dan mengaji bersama pada hari-hari tertentu. Kita bisa memilih sekitar waktu shalat fardhu agar langkah kita ke masjid lebih banyak manfaatnya. 
Misalnya mengaji pada waktu antara shalat maghrib dan isya’: kita mendapat amalan shalat maghrib berjama’ah, mengaji, menunggu waktu shalat isya’, dan shalat isya’ berjama’ah. Kita bisa juga memilih waktu mengaji bakda shalat subuh: kita mendapat amalan shalat subuh berjama’ah, mengaji, dan shalat dhuha di masjid.

๐Ÿ’3. Melaksanakan shalat berjema’ah dalam masjid lebih utama 25 – 27 derajat dibandingkan shalat di rumah.

ุญَุฏَّุซَู†َุง ู…ُูˆุณَู‰ ุจْู†ُ ุฅِุณْู…َุงุนِูŠู„َ ู‚َุงู„َ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ْูˆَุงุญِุฏِ ู‚َุงู„َ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุงู„ْุฃَุนْู…َุดُ ู‚َุงู„َ ุณَู…ِุนْุชُ ุฃَุจَุง ุตَุงู„ِุญٍ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุณَู…ِุนْุชُ ุฃَุจَุง ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุตَู„َุงุฉُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ูِูŠ ุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉِ ุชُุถَุนَّูُ ุนَู„َู‰ ุตَู„َุงุชِู‡ِ ูِูŠ ุจَูŠْุชِู‡ِ ูˆَูِูŠ ุณُูˆู‚ِู‡ِ ุฎَู…ْุณًุง ูˆَุนِุดْุฑِูŠู†َ ุถِุนْูًุง ูˆَุฐَู„ِูƒَ ุฃَู†َّู‡ُ ุฅِุฐَุง ุชَูˆَุถَّุฃَ ูَุฃَุญْุณَู†َ ุงู„ْูˆُุถُูˆุกَ ุซُู…َّ ุฎَุฑَุฌَ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ู„َุง ูŠُุฎْุฑِุฌُู‡ُ ุฅِู„َّุง ุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ู„َู…ْ ูŠَุฎْุทُ ุฎَุทْูˆَุฉً ุฅِู„َّุง ุฑُูِุนَุชْ ู„َู‡ُ ุจِู‡َุง ุฏَุฑَุฌَุฉٌ ูˆَุญُุทَّ ุนَู†ْู‡ُ ุจِู‡َุง ุฎَุทِูŠุฆَุฉٌ ูَุฅِุฐَุง ุตَู„َّู‰ ู„َู…ْ ุชَุฒَู„ْ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ุชُุตَู„ِّูŠ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู…َุง ุฏَุงู…َ ูِูŠ ู…ُุตَู„َّุงู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฑْุญَู…ْู‡ُ ูˆَู„َุง ูŠَุฒَุงู„ُ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูِูŠ ุตَู„َุงุฉٍ ู…َุง ุงู†ْุชَุธَุฑَ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahid berkata, telah menceritakan kepada kami Al A’masy berkata, aku mendengar Abu Shalih berkata, Aku mendengar Abu Hurairah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat.”  [Shahih Bukhari HN 611]

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุตَู„َุงุฉُ ุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉِ ุชَูْุถُู„ُ ุตَู„َุงุฉَ ุงู„ْูَุฐِّ ุจِุณَุจْุนٍ ูˆَุนِุดْุฑِูŠู†َ ุฏَุฑَุฌَุฉً

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat berjama’ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”   [Shahih Bukhari HN 609]
Keutamaan melaksanakan shalat fardhu berjama’ah di masjid lebih baik 25-27 derajat menunjukkan salah satu fungsi masjid adalah sebagai booster atau penguat amal shaleh. Anda yang mengendarai kendaraan bermotor, bila bahan bakarnya diberikan booster, maka dengan volume bahan bakar yang sama dapat menempuh jarak yang lebih jauh. Sama-sama melaksanakan shalat, bila Anda melakukannya di masjid akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan melakukannya di tempat lainnya.
Marilah kita biasakan melaksanakan shalat fardhu di masjid!.

๐Ÿ’4. Mandi kemudian berangkat lebih awal menuju masjid pada hari Jum’at seolah berkorban:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ
ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ุงุบْุชَุณَู„َ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุบُุณْู„َ ุงู„ْุฌَู†َุงุจَุฉِ ุซُู…َّ ุฑَุงุญَ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุจَุฏَู†َุฉً ูˆَู…َู†ْ ุฑَุงุญَ ูِูŠ ุงู„ุณَّุงุนَุฉِ ุงู„ุซَّุงู†ِูŠَุฉِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุจَู‚َุฑَุฉً ูˆَู…َู†ْ ุฑَุงุญَ ูِูŠ ุงู„ุณَّุงุนَุฉِ ุงู„ุซَّุงู„ِุซَุฉِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ูƒَุจْุดًุง ุฃَู‚ْุฑَู†َ ูˆَู…َู†ْ ุฑَุงุญَ ูِูŠ ุงู„ุณَّุงุนَุฉِ ุงู„ุฑَّุงุจِุนَุฉِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุฏَุฌَุงุฌَุฉً ูˆَู…َู†ْ ุฑَุงุญَ ูِูŠ ุงู„ุณَّุงุนَุฉِ ุงู„ْุฎَุงู…ِุณَุฉِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุจَูŠْุถَุฉً ูَุฅِุฐَุง ุฎَุฑَุฌَ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ُ ุญَุถَุฑَุชْ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ูŠَุณْุชَู…ِุนُูˆู†َ ุงู„ุฐِّูƒْุฑَ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju Masjid, maka dia seolah berkurban seekor unta. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kedua maka dia seolah berkurban seekor sapi. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) ketiga maka dia seolah berkurban seekor kambing yang bertanduk. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) keempat maka dia seolah berkurban seekor ayam. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kelima maka dia seolah berkurban sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).”  [Shahih Bukhari HN 832]

Betapa Allah sangat menghargai orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan shalat jum’at di masjid. Orang yang mempersiapkan diri lebih dini dan lebih baik mendapatkan apresiasi lebih baik dari Allah SWT.
Idealnya kira-kira 2 jam sebelum khatib naik mimbar kita sudah menghentikan aktifitas lain dan segera membersihkan badan sebagaimana mandi janabah, mengenakan pakaian terbaik yang kita miliki serta memakai wewangian.  Selanjutnya berangkat ke masjid lebih awal. Allah memberikan penghargaan atas orang yang baik persiapannya dan datang paling awal seakan-akan ia telah berkorban seekor unta. Unta adalah hewan qurban paling baik. Yang datang berikutnya seakan-akan berkurban dengan sapi, kambing, ayam, dan telur. Semua yang hadir di masjid sebelum imam berkhutbah dicatat oleh Malaikat, dan yang hadir sesudah imam memulai khutbahnya tidak dicatatnya.
Dari Abu Hurairah, dia berkata; “Pada hari jum’at para malaikat duduk pada pintu-pintu masjid, mereka mencatat setiap yang datang untuk shalat jum’at, maka jika imam telah keluar untuk khutbah mereka menutup buku catatan mereka seraya masuk ke dalam masjid untuk ikut mendengarkan khutbah.”  [Sunan Ahmad HN 7439]

Telah terbukti dalam setiap urusan, siapa saja yang mempersiapkan diri lebih baik akan mendapatkan hasil yan lebih baik.

๐Ÿ’5. Bila di malam gelap ke Masjid dijanjikan cahaya sempurna di akhirat.

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุฃَูˆْุณٍ ุนَู†ْ ุจُุฑَูŠْุฏَุฉَ ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุจَุดِّุฑْ ุงู„ْู…َุดَّุงุฆِูŠู†َ ูِูŠ ุงู„ุธُّู„َู…ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุณَุงุฌِุฏِ ุจِุงู„ู†ُّูˆุฑِ ุงู„ุชَّุงู…ِّ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ

Dari Abdullah bin Aus dari Buraidah dari dar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan pada malam gelap gulita menuju masjid (untuk shalat berjama’ah) bahwa bagi mereka cahaya yang sempurna pada hari kiamat nanti.”  [Sunan Abu Daud HN 474]

Waktu shalat Subuh dan Isya adalah waktu gelap. Waktu Isya’ matahari telah tenggelam, dan waktu shubuh matahari belum terbit. Suasana lebih mencekam bila jalanan menuju masjid belum dipasang lampu penerangan. Apalagi bila mendung gelap.
Kegelapan identik dengan kesulitan. Seseorang yang tetap memantapkan dirinya menuju masjid meskipun diliputi berbagai kesulitan, dijanjikan kemudahan yang digambarkan sebagai cahaya yang sempurna.

๐Ÿ’ž6. Orang yang hatinya terikat dengan masjid mendapat naungan Allah pada hari kiamat.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุณَุจْุนَุฉٌ ูŠُุธِู„ُّู‡ُู…ْ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠ ุธِู„ِّู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ู„َุง ุธِู„َّ ุฅِู„َّุง ุธِู„ُّู‡ُ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ُ ุงู„ْุนَุงุฏِู„ُ ูˆَุดَุงุจٌّ ู†َุดَุฃَ ูِูŠ ุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِّู‡ِ ูˆَุฑَุฌُู„ٌ ู‚َู„ْุจُู‡ُ ู…ُุนَู„َّู‚ٌ ูِูŠ ุงู„ْู…َุณَุงุฌِุฏِ ูˆَุฑَุฌُู„َุงู†ِ ุชَุญَุงุจَّุง ูِูŠ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงุฌْุชَู…َุนَุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุชَูَุฑَّู‚َุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุฑَุฌُู„ٌ ุทَู„َุจَุชْู‡ُ ุงู…ْุฑَุฃَุฉٌ ุฐَุงุชُ ู…َู†ْุตِุจٍ ูˆَุฌَู…َุงู„ٍ ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุฎَุงูُ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุฌُู„ٌ ุชَุตَุฏَّู‚َ ุฃَุฎْูَู‰ ุญَุชَّู‰ ู„َุง ุชَุนْู„َู…َ ุดِู…َุงู„ُู‡ُ ู…َุง ุชُู†ْูِู‚ُ ูŠَู…ِูŠู†ُู‡ُ ูˆَุฑَุฌُู„ٌ ุฐَูƒَุฑَ ุงู„ู„َّู‡َ ุฎَุงู„ِูŠًุง ูَูَุงุถَุชْ ุนَูŠْู†َุงู‡ُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” [ HR BUKHARI – 620].

Orang yang hatinya terpaut dengan masjid adalah orang yang senang berada di masjid, selalu berusaha memakmurkannya, menjaganya dalam keadaan yang sebaik-baiknya, dan menjaga hak-haknya. Ia senantiasa melaksanakan shalat secara berjama’ah di masjid. Bila melihat masjidnya kotor, ia mengusahakan agar segera bersih. Bila melihat ada bagian yang rusak, ia berusaha memperbaiki. Bila ada yang tak layak, ia mengusahakan agar menjadi layak. Bila ada yang tak sedap dipandang mata, ia berusaha merapikannya. Ia sangat mencintai rumah Allah tesebut dan memperlakukannya dengan sebaik-baiknya.

๐Ÿ’7. Orang yang membangun masjid akan dibangunkan rumah di surga.

ุญَุฏَّุซَู†َุง ูŠَุญْูŠَู‰ ุจْู†ُ ุณُู„َูŠْู…َุงู†َ ุญَุฏَّุซَู†ِูŠ ุงุจْู†ُ ูˆَู‡ْุจٍ ุฃَุฎْุจَุฑَู†ِูŠ ุนَู…ْุฑٌูˆ ุฃَู†َّ ุจُูƒَูŠْุฑًุง ุญَุฏَّุซَู‡ُ ุฃَู†َّ ุนَุงุตِู…َ ุจْู†َ ุนُู…َุฑَ ุจْู†ِ ู‚َุชَุงุฏَุฉَ ุญَุฏَّุซَู‡ُ ุฃَู†َّู‡ُ ุณَู…ِุนَ ุนُุจَูŠْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ْุฎَูˆْู„َุงู†ِูŠَّ ุฃَู†َّู‡ُ ุณَู…ِุนَ ุนُุซْู…َุงู†َ ุจْู†َ ุนَูَّุงู†َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุนِู†ْุฏَ ู‚َูˆْู„ِ ุงู„ู†َّุงุณِ ูِูŠู‡ِ ุญِูŠู†َ ุจَู†َู‰ ู…َุณْุฌِุฏَ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†َّูƒُู…ْ ุฃَูƒْุซَุฑْุชُู…ْ ูˆَุฅِู†ِّูŠ ุณَู…ِุนْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َู†ْ ุจَู†َู‰ ู…َุณْุฌِุฏًุง ู‚َุงู„َ ุจُูƒَูŠْุฑٌ ุญَุณِุจْุชُ ุฃَู†َّู‡ُ ู‚َุงู„َ ูŠَุจْุชَุบِูŠ ุจِู‡ِ ูˆَุฌْู‡َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจَู†َู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ู…ِุซْู„َู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bahwa Bukair menceritakan kepadanya, bahwa ‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah menceritakan kepadanya, bahwa dia mendengar ‘Ubaidullah Al Khaulani mendengar ‘Utsman bin ‘Affan berkata di tengah pembicaraan orang-orang sekitar masalah pembangunan masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia katakan, “Sungguh, kalian telah banyak berbicara, padahal aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membangun masjid -Bukair berkata, “Menurutku beliau mengatakan- karena mengharapkah ridla Allah, maka Allah akan membangun untuknya yang seperti itu di surga.” [Shahih Bukhari HN 431].

Beberapa hadits menyebutkan rumah yang dibangunkan adalah semisalnya [Musnad Ahmad HN 407], lebih luas [Musnad Ahmad HN 6759], jauh lebih baik [Musnad Ahmad HN 15431]. Sekecil apapun yang dibangun untuk masjid bahkan hanya sebesar sarang burung untuk tempat telurnya, niscaya Allah akan membangunkan rumah baginya di surga [Musnad Ahmad HN 2050].

Hadits-hadits tersebut merupakan motivasi luar biasa bagi setiap muslim untuk senang memperhatikan kebaikan bangunan masjid dan membuatnya menjadi bagus dan nyaman.

 Sekecil apapun peran kita dalam membangun masjid akan diberikan penghargaan oleh Allah berupa rumah lebih luas dan lebih baik.

semoga bermanfaat bagi kita semua

Aamiin Allahumma Aamiin.

Rabu, 23 Agustus 2017

๐ŸŒ‹Kenapa Manusia Takut Mati๐ŸŒ‹

Assalamualaikum Wr Wb. 

๐ŸŒ‹Kenapa Manusia Takut Mati๐ŸŒ‹
๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹

DATANG seorang lelaki kepada sahabat Nabi yang bernama Abu Dzar Al-ghifari. Ia pun bertanya, Wahai Abu Dzar, kenapa kami takut mati?

Abu Dzar menjawab, Karena kalian memakmurkan (bangunan) di dunia dan meruntuhkan (bangunan) kalian di akhirat. Bagaimana kalian akan senang untuk berpindah dari (bangunan) yang makmur menuju (bangunan) yang runtuh?

Bagaimana pandanganmu tentang pertemuan kita dengan Allah? tanya lelaki itu. Adapun seorang yang berbuat baik maka ia seperti orang hilang yang kembali kepada keluarganya. Sementara orang yang berbuat buruk maka ia seperti budak yang kabur kemudian dikembalikan kepada majikannya. jawabnya.

Lelaki ini kembali bertanya, Lalu bagaimana pendapatmu tentang nasib kita di sisi Allah swt?

Abu Dzar ini pun menjawab, Periksalah amal-amal kalian dalam Al-Quran, Allah Berfirman Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS.Al-Infithar:13-14)

Lalu dimana rahmat Allah? kata lelaki itu.

Abu Dzar pun menjawab dengan satu ayat, Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS.Al-Araf:56)

Mari kita koreksi diri masing-masing. Sampai kapan kita akan fokus untuk memakmurkan kehidupan dunia dan melupakan kehidupan di akhirat? Sampai kapan kita akan membangun rumah dengan megah dan melupakan tempat tinggal abadi kita nanti?

Ingat ! Semua manusia akan berpindah. Tak seorang pun yang akan tinggal di kehidupan sementara ini. Dan kita pun sedang menunggu.

Makmurkan rumah di akhirat tapi jangan lupakan kehidupan dunia. Mulailah membangun rumah abadi kita dengan kebaikan dan ibadah. Jadikan rumah kita disana lebih makmur dari bangunan-bangunan dunia.

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. (Al-Qashas:77)

Sehingga kita tak lagi takut dengan kematian tapi malah merindukan perjumpaan dengan Allah swt. Seperti  orang hilang yang rindu berjumpa kembali dengan keluarganya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tersenyum di Hari Perhitungan kelak.

Minggu, 20 Agustus 2017

MAKLUMAT PENTING

Batas akhir memotong kuku dan memangkas rambut bagi yang memiliki niat berkurban tahun ini :

Selasa, 22 Agustus 2017
bertepatan dengan 
29 Dzulqa'dah 1438 H

Silahkan ingatkan yang lain ya...
_____

Hadits :
"Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah (telah memasuki 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya.” 
(HR. Muslim no. 1977).

๐Ÿ‘‰ Larangan di atas mencakup larangan memotong rambut kepala, jenggot, kumis, bulu ketiak, bulu kemaluan dan rambut badan lainnya. Hal ini dikecualikan jika memotongnya karena tuntutan kewajiban seperti khitan bagi yang baligh, dan memotong tangan pencuri
(Lihat Mughnil Muhtaj, 4: 378).

๐Ÿ‘‰ Keluarga shohibul qurban tidak punya kewajiban apa-apa dari mencukur rambut dan memotong kuku, demikian pendapat yang tepat dari pendapat yang ada. Larangan tadi hanya berlaku untuk orang yang berqurban secara khusus di mana ia adalah yang membeli qurban dengan hartanya 
(Fatawa Islamiyah, 2: 316).

Rabu, 16 Agustus 2017

Mari BerQurban


๐Ÿš—๐Ÿš•๐Ÿš™๐ŸšŒ๐ŸšŽ๐ŸŽ๐Ÿš“๐Ÿš’๐Ÿš๐Ÿšš๐Ÿš›๐Ÿšœ๐Ÿ›ด๐Ÿšฒ๐Ÿ›ต๐Ÿ๐Ÿš”๐Ÿš๐Ÿš˜๐Ÿš–๐Ÿš๐Ÿš๐Ÿš…๐Ÿš๐Ÿ›ฉ✈๐Ÿ›ซ๐Ÿ›ฌ๐Ÿš€๐Ÿ›ถ⛵๐Ÿšค๐Ÿ›ณ⛴๐Ÿšข
Kendaraan di atas lambat atau cepat akhirnya jadi "barang rongsok", padahal harganya tidak murah...

Tapi, kendaraan yang ini niiiiih "๐Ÿช๐Ÿซ๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ".. Ini kendaraan yg akan menjemput kita kelak pada hari akhir ( yaumil qiyamah). harganya tidak terlalu mahal, belinya bisa patungan berame-rame, dan bisa dikredit, tur nyaman dan tidak bakal jadi barang rongsokan. 
Yang berminat daftar segera ke "Panitia iedul Adha" dengan syarat :

1. Orang Islam
2. Ikhlas
3. Punya dana

Tanpa harus menunjukkan : KTP, KJP, BPJS, Sertipikat Tanah, BPKB, Slip gaji, SIM, Buku Nikah, Kartu Keluarga, atau apa-apa. 

Ayo buruan daftar....!!!
๐Ÿƒ๐Ÿฝ๐Ÿƒ๐Ÿฝ๐Ÿƒ‍♀๐Ÿƒ‍♀

Alhamdulillah Jaza kumullahu khoiroon.. ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป 
mudah2an ALLAH selalu memberikan kelancaran rezeki yg halal dan barokah..amin......Mari BerKurban

#Idul Adha 1438 H #Menerima, #Menyembelih #Menyalurkan #Hewan Qurban #Kurban #Masjid #Babussalam #Bunga Rampai #Malaka Jaya #Yuk Berqurban #Duren Sawit #Jakarta Timur, #Sapi #Kambing #Kerbau

Senin, 20 Maret 2017

JANGAN BANGGA DENGAN BANYAK SHALAT,PUASA DAN ZIKIR KARENA ITU SEMUA BELUM MEMBUAT ALLAH SENANG !!!

⁠⁠⁠Alkisah ada ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yg kuat sekali tahajudnya. Hampir ber-tahun2 dia tdk pernah absen melakukan sholat tahajud. Pd suatu ketika saat hendak mengambil wudhu utk tahajud, Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yg duduk di bibir sumurnya. Abu bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah Engkau ?”. Sambil tersenyum, sosok itu berkata; “Aku Malaikat utusan Allah” Abu Bin Hazim kaget sekaligus bangga krn kedatangan tamu malaikat mulia. Dia lalu bertanya, “Apa yg sedang kamu lakukan di sini ?” Malaikat itu menjawab, “Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah” Melihat Malaikat itu memegang kitab tebal, Abu lalu bertanya; “Wahai Malaikat, buku apakah yg kau bawa ?” Malaikat menjawab; “Ini adalah kumpulan nama hamba2 pencinta Allah.” Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dlm hati namanya ada disitu. Maka ditanyalah Malaikat itu. “Wahai Malaikat, adakah namaku disitu ?” Abu berasumsi bahwa namanya ada di buku itu, mengingat amalan ibadahnya yg tdk kenal putusnya. Selalu mengerjakan sholat tahajud setiap malam, berdo’a dan bermunajat pd Allรขh SWT di sepertiga malam. “Baiklah, aku buka,” kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. Dan ternyata Malaikat itu tdk menemukn nama Abu di dalamnya. Tdk percaya, Abu bin Hazim meminta Malaikat mencarinya sekali lagi. “Betul … namamu tdk ada di dalam buku ini !” kata Malaikat. Abu bin Hazim pun gemetar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat. Dia menangis se-jadi2nya. “Rugi sekali diriku yg selalu tegak berdiri di setiap malam dlm tahajud dan bermunajat … tetapi namaku tdk masuk dlm golongan para hamba pecinta Allah,” ratapnya. Melihat itu, Malaikat berkata, “Wahai Abu bin Hasyim ! Bukan aku tdk tahu engkau bangun setiap malam ketika yg lain tidur … mengambil air wudhu dan kedinginan pd saat orang lain terlelap dlm buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allรขh menulis namamu.” “Apakah gerangan yg menjadi penyebabnya ?” tanya Abu bin Hasyim. “Engkau memang bermunajat kpd Allรขh, tapi engkau pamerkan dgn rasa bangga ke- mana2 dan asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan kirimu ada org sakit atau lapar, tdk engkau tengok dan beri makan. Bgmn mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah kalau engkau sendiri tdk pernah mencintai hamba2 yg diciptakan Allรขh ?” kata Malaikat itu. Abu bin Hasyim spt disambar petir di siang bolong. Dia tersadar hubungan ibadah manusia tdklah hanya kpd Allรขh semata (hablumminAllรขh), tetapi juga ke sesama manusia (hablumminannรขs) dan alam ๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹   

 JANGAN BANGGA DENGAN BANYAK SHALAT,PUASA DAN ZIKIR KARENA ITU SEMUA BELUM MEMBUAT ALLAH  SENANG !!!

```MAU TAHU APA YANG MEMBUAT ALLAH  SENANG ???

Nabi Musa : Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?

Allah :
SHOLAT ? Sholat mu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.

DZIKIR ? Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang.

PUASA ? Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri.

Nabi Musa : Lalu apa  yang membuat hatiMu senang Ya Allah ?

Allah : SEDEKAH, INFAQ, ZAKAT serta PERBUATAN BAIKmu. 
Itulah yang membuat AKU senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, AKU hadir disampingnya. ---Dan AKU akan mengganti dengan ganjaran 700 kali (Al-Baqarah 261-262)---

Nah, bila kamu sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu... maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukan Allah.
Tapi, bila kau berbuat baik dan berkorban untuk orang lain... maka itu tandanya kau mencintai Allah dan tentu Allah senang karenanya.
Buatlah Allah senang maka Allah akan limpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang  dan bahagia

(Kitab Mukasyafatul Qulub  Karya Imam Al Ghazali)
Saudaraku seiman sebarkanlah ilmu ini agar makin Barokah.
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Barokallah.