Tampilkan postingan dengan label Kajian Ahad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Ahad. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2018

PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH KITA


Menurut pengetahuan & penelitian Medis
(Bikin Merinding ...)

"Sesaat sebelum mati"...Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam 'n tenggorokan berkontraksi..

"0 Menit ..."
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

"1 Menit ..."
Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

"3 Menit ..."
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

"4 – 5 Menit ..."
Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.

"7 – 9 Menit ..."
Penghubung ke otak mulai mati.

"1 – 4 Jam ..."
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

"4 – 6 Jam ..."
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

"6 Jam ..."
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

"8 Jam ..."
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

"24 – 72 Jam ..."
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

"36 – 48 Jam ..."
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.

"3 – 5 Hari ..."
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

"8 – 10 Hari ...
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

"Beberapa Minggu ..."
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.

"Satu Bulan ..."
Kulit Anda mulai mencair.

"Satu Tahun ..."
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya ??? ….

"BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN"

Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini …

"Jadilah manusia se-biasanya saja dan jangan merpersulit hidup orang lain ..."

Oleh sebab itu isilah hidupmu menjadi berkah bagi orang lain... Hidup ini adalah kesempatan jangan sia-siakan waktu, hidup ini harus jadi berkah.

Semoga bermanfaat...


#kematian nasihat terbaik

Selasa, 27 Februari 2018

๐Ÿ•‹ Nasehat Bagi Yang Masih "MALAS"tuk Datang ke Majelis Ilmu

 

 



Pandai-pandailah mengatur waktu yang Allah Ta’ala berikan kepada kita.

Janganlah kalian menjadi "orang-orang yang merugi", seperti yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya ๐Ÿ“– [lihat QS. Al-Asr]

๐Ÿ‘‰ Berikanlah bagian untuk menuntut "Ilmu Syar’i".

Sisihkanlah satu atau dua hari dalam seminggu untuk menghadiri Majelis Ilmu jika tidak mampu melakukannya sesering mungkin.

Jangan biarkan hari-hari kita penuh dengan kesibukan, namun kosong dari menuntut Ilmu dan berdzikir kepada Allah Ta’ala.

๐Ÿ‘‰ Ingat, bahwa orang yang tidak meghadiri Majelis Ilmu dan tidak mau menuntut "Ilmu Syar’i", maka ia akan merugi di dunia dan di akhirat.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga...”
๐Ÿ“œ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6297]

Beliau ๏ทบ juga bersabda:
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya."
๐Ÿ“œ [Hadits ini merupakan potongan dari hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah oleh: HR. Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah]

Beliau ๏ทบ juga menganjurkan kita untuk menghadiri majelis ilmu dengan sabdanya:
Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya, "Apakah taman syurga itu?" Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (Majelis Ilmu)."
๐Ÿ“œ [Riwayat At Tirmidzi dan dishahihkan Syeikh Salim bin Ied Al Hilali dalam Shahih Kitabul Adzkar 4/ 4]



โ„น Berikut beberapa faidah keutamaan  menghadiri Majelis Ilmu:

• Mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan Rasulullah ๏ทบ, serta mencontoh jalan hidup para salafusshalih.
• Mendapatkan ketenangan.
• Mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
• Dipuji Allah di hadapan para malaikat.
• Mengambil satu jalan mendapatkan warisan para Rasul.
• Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim.



Seseorang (yang hatinya lurus) akan iri apabila melihat orang-orang yang lebih muda darinya lebih bersemangat dan lebih awal mendatangi Majelis Ilmu.

Ia akan merasa iri pada saat melihat anak-anak kecil dan para pemuda telah hafal Al-Qur'an.

Ia menyesali masa mudanya yang tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghafal dan menuntut "Ilmu Syar'i".

➡ Akibatnya, ketika ia berkeinginan menghafal dan menuntut ilmu di masa tuanya, banyak kesibukan dan banyak teman-temannya yang menyita waktunya siang dan malam, hanya untuk sesuatu yang tidak membawanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) -rahimahullaah- mengatakan,
“Belajar hadits di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.”
๐Ÿ“ƒ [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/ 357, no. 482)]

Oleh karena itu, sebelum kita disibukkan oleh orang lain, direpotkan berbagai urusan, dan menyesal seperti orang yang mengalaminya, maka manfaatkanlah masa muda untuk menuntut "Ilmu Syar’i".



Ini bukan berarti orang yang sudah tua boleh berputus asa dalam menuntut ilmu, namun seluruh umur yang kita miliki adalah kesempatan untuk menuntut ilmu karena ia adalah ibadah.

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَุงุนْุจُุฏْ ุฑَุจَّูƒَ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠَุฃْุชِูŠَูƒَ ุงู„ْูŠَู‚ِูŠู†ُ

“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya keyakinan (kematian).”
๐Ÿ“– [Al-Hijr: 99]

Oleh karena itu, para remaja maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala apa yang telah luput dan berlalu.

Sekarang mulailah menuntut ilmu, menghadiri Majelis Ta’lim (Majelis yang isi kajiannya "Ilmu Syar'i"), belajar dengan benar dan sungguh-sungguh, dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanyakan kepada Imam Ahmad, “Sampai kapankah seseorang menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab, “Sampai meninggal dunia (mati).”
๐Ÿ“ƒ [Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 77)]

Baarokallohu Fiikum



๐Ÿ“ Admin MCS

•════เฎœ✽✿۩❁۩✿✽เฎœ════•

๐Ÿ•‹ Menebar Cahaya Sunnah

【Channel Telegram】

@MenebarCahayaSunnahMCS
Klik ⤵
https://t.me/MenebarCahayaSunnahMCS

•════เฎœ✽✿۩❁۩✿✽เฎœ════•

๐Ÿ”ˆ Silahkan disebar kiriman ini tanpa merubah isinya. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazaakumullohu Khoyron.

Rabu, 23 Agustus 2017

๐ŸŒ‹Kenapa Manusia Takut Mati๐ŸŒ‹

Assalamualaikum Wr Wb. 

๐ŸŒ‹Kenapa Manusia Takut Mati๐ŸŒ‹
๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹

DATANG seorang lelaki kepada sahabat Nabi yang bernama Abu Dzar Al-ghifari. Ia pun bertanya, Wahai Abu Dzar, kenapa kami takut mati?

Abu Dzar menjawab, Karena kalian memakmurkan (bangunan) di dunia dan meruntuhkan (bangunan) kalian di akhirat. Bagaimana kalian akan senang untuk berpindah dari (bangunan) yang makmur menuju (bangunan) yang runtuh?

Bagaimana pandanganmu tentang pertemuan kita dengan Allah? tanya lelaki itu. Adapun seorang yang berbuat baik maka ia seperti orang hilang yang kembali kepada keluarganya. Sementara orang yang berbuat buruk maka ia seperti budak yang kabur kemudian dikembalikan kepada majikannya. jawabnya.

Lelaki ini kembali bertanya, Lalu bagaimana pendapatmu tentang nasib kita di sisi Allah swt?

Abu Dzar ini pun menjawab, Periksalah amal-amal kalian dalam Al-Quran, Allah Berfirman Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS.Al-Infithar:13-14)

Lalu dimana rahmat Allah? kata lelaki itu.

Abu Dzar pun menjawab dengan satu ayat, Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS.Al-Araf:56)

Mari kita koreksi diri masing-masing. Sampai kapan kita akan fokus untuk memakmurkan kehidupan dunia dan melupakan kehidupan di akhirat? Sampai kapan kita akan membangun rumah dengan megah dan melupakan tempat tinggal abadi kita nanti?

Ingat ! Semua manusia akan berpindah. Tak seorang pun yang akan tinggal di kehidupan sementara ini. Dan kita pun sedang menunggu.

Makmurkan rumah di akhirat tapi jangan lupakan kehidupan dunia. Mulailah membangun rumah abadi kita dengan kebaikan dan ibadah. Jadikan rumah kita disana lebih makmur dari bangunan-bangunan dunia.

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. (Al-Qashas:77)

Sehingga kita tak lagi takut dengan kematian tapi malah merindukan perjumpaan dengan Allah swt. Seperti  orang hilang yang rindu berjumpa kembali dengan keluarganya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tersenyum di Hari Perhitungan kelak.

Rabu, 12 April 2017

Sholat Subuh Berjamaah dan Kajian Islam bersama Ust. Rachmat Illahi, LC, S.Pdi "Tanda-tanda Hidayah telah Sampai Kepada Kita"

 http://masjidbabussalammalakajaya.blogspot.co.id/2017/04/sholat-subuh-berjamaah-dan-kajian-islam.html

sholat Subuh Berjamaah dan Kajian Islam bersama Ust. Rachmat Illahi, LC, S.Pdi "Tanda-tanda Hidayah telah Sampai Kepada Kita" di Majid Babussalam, Jl. Bunga Rampai V Blok 22 RT.016 RW.09, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jaktim 13460  hari Ahad, 16 April  2017/