Senin, 28 Oktober 2019
APA ITU ISTIDROJ ?
ISTIDROJ itu adalah Azab
Yang Diundur Undur Oleh ALLAH ﷻ,
Namun ALLAH ﷻ Tetap Memberikan Kita :
1). HARTA YANG BERLIMPAH;
Padahal Tidak Pernah Bersedekah.
2). REZEKI BERLIPAT-LIPAT;
Padahal Jarang Sholat,
Tidak Senang pada Nasihat Ulama,
dan Terus Berbuat Maksiat..
3). DIKAGUMI, DIHORMATI;
Padahal Akhlak gak baik..
4). DIIKUTI, DITELADANI dan DIIDOLAKAN;
Padahal Bangga Mengumbar Aurat
Dalam Berpakaian..
5). SANGAT JARANG DIUJI SAKIT;
Padahal Dosa-Dosa Menggunung
6). TIDAK PERNAH DIBERIKAN MUSIBAH;
Padahal Gaya Hidupnya Sombong,
Meremehkan Manusia,
Angkuh..
7). ANAK-ANAK SEHAT-SEHAT,
CERDAS-CERDAS;
Padahal Diberikan Makan
Dari Harta Hasil Yang Haram
(Menipu, Korupsi, Riba', dll )..
8. HIDUP BAHAGIA PENUH CANDA TAWA;
Padahal, Banyak Orang Karenanya
Ternoda dan Terluka.
9. KARIRNYA TERUS MENANJAK;
Padahal Banyak Hak Orang
Yang Diinjak-Injak..
10. SEMAKIN TUA SEMAKIN MAKMUR;
Padahal Berkubang Dosa
Sepanjang Umur..
Hati-Hati, Karena itulah
yang Dinamakan ISTIDROJ.
RENUNGKAN AYAT INI
ALLAH ﷻ berfirman:
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Artinya:
"Maka Tatkala Mereka Melupakan Peringatan yang telah diberikan kepada mereka,
KAMI pun Membukakan Semua Pintu-Pintu Kesenangan Untuk Mereka;
Sehingga apabila Mereka Bergembira
Dengan Apa yang Telah Diberikan
Kepada Mereka, KAMI Siksa Mereka
Dengan Sekonyong-Konyong,
maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."
(QS. AL-'AN'ĀM : 44 )
RASULULLAH ﷺ bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ اللّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ، فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ
"Jika Kamu Melihat ALLAH Memberikan Dunia Kepada Seorang Manusia Pelaku Maksiat,
Dengan Sesuatu YANG ia (pelaku maksiat) Sukai,
Maka Sesungguhnya Itu adalah ISTIDROJ."
(HR. AHMAD )
Maka Jangan Silau Dengan Kesuksesan
dan Kemegahan Yang Ditampilkan Seseorang.. !!!
Maka Waspadalah.. !!!
Bisa Jadi Dia Sedang Mengalami ISTIDROJ.
Dan pada Saatnya Nanti, ALLAH ﷻ,
Tiba-Tiba Mencabut Semua Kenikmatan itu, Tanpa Dia Sadari. !!!
Sebagai Orang Beriman yang Dikasihi ALLAH ﷻ
maka ALLAH ﷻ akan Selalu Menjaga Kita
dari Segala Kemaksiatan,
Tidak Dibiarkan Dalam Kesesatan. !
Jadi kalau kita sudah Beramal Sholeh,
Namun Kita Masih Diberi Ujian / Cobaan,
Maka Itulah Tanda Kasih Sayang ALLOH ﷻ, pada Hamba-Hamba-NYA,
Berupa Keringanan Dosa dan Menuju Ampunan-NYA.
SEMOGA KITA SELAMAT DARI ISTIDROJ.
AAMIIN YAA ROBBAL 'ALAAMIIN.
Minggu, 27 Oktober 2019
Sesuaikan AktifitasMu dengan Waktu Shalat
Di Bulan-bulan ini jadwal waktu shalat semakin maju, hingga paling maju nanti di bulan Nopember.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, paling awal di bulan Nopember waktu Subuh jam 4.05. Setelah itu, di Bulan Desember mulai mundur lagi.
Agar tidak semakin berat bangun untuk Shalat Subuh karena waktunya semakin maju, maka jadikan patokan waktu tidur kita adalah waktu subuhnya. Misalnya berapa jam sebelum waktu subuh (sesuai kebutuhan tidur masing2).
Dan idealnya waktu bangunnya jangan mepet waktu subuh. Karena boleh jadi bangunnya sih mudah, tapi proses loading atau mengumpulkan niatnya yang lama 😊. Maka usahakan ada jarak antara waktu bangun dan waktu Subuh. Misalnya minimal setengah atau seperempat jam sebelum subuh. Syukur2 masih sempat shalat malam.
Jika patokan jam tidurnya adalah jam saja apalagi acara televisi, maka semakin maju waktu subuhnya menjadikan semakin berat bangunnya.
Demikian juga dalam mengagendakan aktifitas2 yang lain di waktu pagi, siang, sore, atau malam, idealnya bagi seorang muslim patokannya adalah jam shalat. Bahkan untuk rencana aktifitas sekian bulan ke depan pun sudah bisa kita atur waktunya dari sekarang, karena jadwal shalatnya sudah jelas ritmenya sepanjang tahun.
Tanpa perlu banyak bicara, kesungguhan dan perhatian kita terhadap waktu shalat menunjukkan seberapa penting shalat itu bagi kita.
Ust Arham Ahmad
##oaseiman
## nasihat harian
Sabtu, 07 September 2019
ANJURAN PUASA 9 & 10 MUHARROM
(1). Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhuma:
أن رسول الله صلى الله عليه و سلم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه
"Bahwa Rosulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyuro (10 Muharrom) dan beliau memerintahkan manusia untuk berpuasa.” (Muttafaqun ‘alaih)
(2). Dari Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu:
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال يكفر السنة الماضية
"Nabi ﷺ ditanya tentang puasa Asyuro beliau menjawab, “(Puasa Asyuro) dapat menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim 197 & 1162)
(3). Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rosulullah ﷺ bersabda:
لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع
“Jika aku masih hidup hingga tahun mendatang maka aku akan berpuasa juga di hari ke 9.” (HR. Muslim 134 & 1134)
Alasan Nabi ﷺ ingin berpuasa di hari ke 9 dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke 10. Mereka bergembira atas selamatnya Nabi Musa dan pengikutnya dari kejaran Fir'aun. Padahal Nabi ﷺ yang lebih pantas bergembira ketimbang mereka. Perbuatan Nabi ﷺ memberi faidah bahwa Islam agama sempurna yang dibangun di atas penyelisihan dari kebiasaan agama lain.
Syaikh Al-'Allamah Al-Utsaimin berkata, "Nabi dan para Shohabatnya yang sebetulnya lebih pantas meneladani para Nabi sebelumnya. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrohim adalah orang-orang yang mengikuti napak tilasnya dan Nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yang beriman. Dan Allah sebagai pelindung bagi orang-orang yang beriman.” (Al-‘Imron: 68)
Nabi ﷺ lebih berhak terhadap Musa ketimbang orang-orang Yahudi yang mengingkari syariat Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu beliau berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan manusia berpuasa dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke 10 Muharrom. Ibnul Qoyyim dan para Ulama yang lain membagi puasa Asyuro menjadi tiga tingkatan:
(1). Berpuasa pada hari ke 10 (Asyuro) dan 9 (Tasu’a) ini amalan yang paling utama.
(2). Berpuasa pada hari ke 10 dan 11 ini kedudukannya lebih rendah dibanding amalan yang pertama.
(3). Berpuasa hanya pada hari ke 10 saja dan sebagian Ulama menganggap makruh karena Nabi ﷺ memerintahkan menyelisihi orang-orang Yahudi. Meski demikian tidak dinafikan ada sebagian Ulama yang memberi keringanan akan hal ini. (Syarh Riyadhussholihin 3/506)
Terkait puasa di hari ke 11 Syaikh Al-'Allamah Al-Albani memberi catatan, "Berpuasa pada hari ke 11 diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sunannya 4/287 tetapi riwayat ini lemah karena dalam sanadnya ada rowi yang jelek hafalannya yaitu Ibnu Abi Laila. Dan Al-Baihaqi juga meriwayatkan hadits lain dengan redaksi yang semakna. Namun riwayat yang menyebutkan hari ke 11 dinilai “munkar” karena menyelisihi hadits shohih, “Jika aku masih hidup hingga tahun mendatang maka aku akan berpuasa pada hari ke 9-nya (tanpa menyebutkan hari ke 11)." (Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah 9/288 no. 4297)
Namun bila seseorang berhalangan puasa tanggal 9 Muharrom maka hendaknya dia berpuasa tanggal 10 dan 11 agar menyelisihi orang-orang Yahudi. Adapun berpuasa tanggal 9, 10, 11 sekaligus maka tidak ada dalil shohih dan shorih yang mengkhususkannya.
📂 Manhajulhaq
Repost by :
🌀TEGAR DI ATAS SUNNAH
Grup Sharing Kajian Islam
Silahkan berbagi
Sabtu, 24 Agustus 2019
RENUNGAN PAGI 🌅 KITA DAN MEREKA
كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِى نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا
Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita.._*
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا
Kita adalah orang yg menarik di mata orang yang memahami kita.._*
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا
Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yg mencintai kita..
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan di mata orang-orang yang hasad pada kita..
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا
_Kita adalah orang jahat dimata orang-orang yang iri pada kita..
لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ
Pada akhirnya, setiap orang punya persepsi masing masing. Maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain..
يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك
Cukuplah bila Alloh ridho padamu. Sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yg tak akan pernah tercapai.._*
وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ
Sedangkan ridha Alloh adalah tujuan yang tidak boleh ditinggalkan._*
Maka tinggalkan apa yang tak bisa kau capai, dan fokuslah pada sesuatu yang tidak boleh kau tinggalkan ...
✍🏻 Syaikh Ali Mustofa Thantawi -rahimahullah-
♻Silahkan share dan raihlah amal jariyah.Semoga memberikan manfaat.
Jazakumullahu khairan
🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋
💡 Ingin mendapatkan kiriman:
♻ Renungan Pagi
♻ Tadabbur Al Quran
♻ Poster Dakwah
♻ Video Nasihat
♻ Info Pelatihan & Pendidikan Tahfizhul Quran AMT
💠 Daftarkan dalam broadcast dakwah :
Nama-asal-No.WA ke : 081394400166
🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
dr.Faizal Abdillah Shahib
[Direktur Al Quran Memorization Training Centre Indonesia]
Rabu, 07 Agustus 2019
°°REZEKI YANG TIDAK DISADARI°°
Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya pintu rezeki (dapat kekayaan harta).
Padahal justru ibadah-ibadah itu sendiri adalah rezeki.
Karena yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini
Intinya rezeki itu adalah: "HARTA"
Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar
Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.
Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.
Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.
Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.
Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.
Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.
Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.
Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari.
Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki.
Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki.
Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya.
Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.
Astaghfirullah
ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (📖Al-Hadid - 57:20)
Semoga bermanfaat
Barokallohufikum
Selasa, 23 Juli 2019
🕘 W A K T U🕞
Berhati2 dalam mengunakan waktu yg di titipkan oleh allah
Kalau Di Masa Lalu Kita Belajar Waktu Adalah Uang,
Mulai Saat Ini Mari Kita Belajar !!!
Waktu Adalah Nafas ".
Waktu Adàlah Ibadah".
Waktu Adalah Nafas Yang Setelah Terlewat Tidak Akan Bisa Kembali
WAKTU Adalah Ibadah Karena Setiap Detik Harus Bernilai Ibadah. Apa Pun Aktivitasnya.
Manusia Sesungguhnya Hanya Pengendara Di Atas Punggung Usianya.
Digulung Hari Demi Hari, Bulan Dan Tahun Tanpa Terasa.
Nafas Kita Terus Berjalan Seiring Jalannya Waktu, Setia Menuntun Kita Ke Pintu Kematian.
Sesungguhnya Dunia-Lah Yang Makin Kita Jauhi ...Dan
Liang Kubur-Lah Yang Makin Kita Dekati...
1 Hari Berlalu, Berarti 1 Hari Pula Berkurang Usia Kita.
Umur Kita Yang Tersisa Di Hari Ini Sungguh Tidak Ternilai Harganya,
Sebab Esok Hari Belum Tentu Jadi Bagian Dari Diri Kita.
Karena Itu, Jangan Biarkan HARI INI Berlalu Tanpa KEBAIKAN Yang Bisa Kita LAKUKAN,
JANGAN Tertipu Dengan USIA MUDA, Karena SYARAT Untuk MATI Tidaklah Harus TUA.
JANGAN Terperdaya Dengan Badan Sehat, Karena SYARAT MATI Tidak Pula Harus SAKIT....
Teruslah
Berbuat Baik…
Berkata Baik…
WALAU Tidak Banyak Orang Yang Mengenali Kebaikan Kita, Tapi KEBAIKAN Yang Kita Lakukan Adalah KEBAHAGIAAN Dimana Perbuatan BAIK Kita Akan Terus Dikenang Oleh Mereka Yang Kelak Kita Tinggalkan.
Jadilah Seperti AKAR Yang TIDAK TERLIHAT, Tapi Tetap MENYOKONG KEHIDUPAN...
Jadilah Seperti JANTUNG Yang TIDAK TERLIHAT, Tapi Terus BERDENYUT Setiap Saat TANPA HENTI;
Hingga Membuat Kita TERUS HIDUP, Sampai BATAS WAKTUNYA Untuk BERHENTI...
Mari... Jadikan Hari Ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin.dan Hari Esok Harus Lebih Baik Dari Hari ini.
#Semangat motivasi kehidupan ke arah yang lebih baik#
Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu Di Masjid
1.Dimudahkan jalannya menuju surga
Orang yang keluar dari rumahnya menuju masjid untuk
menuntut ilmu syar’i, maka ia sedang menempuh jalan menuntut ilmu. Padahal
Nabi Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda:
مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به
طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan
jalannya untuk menuju surga” (HR. At
Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
2. Mendapatkan ketenangan, rahmat dan
dimuliakan para Malaikat
Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut
oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam akan mendapat
ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ
يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ
عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ
وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah
(masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun
kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan
dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para
makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR.
Muslim no. 2699).
Makna dari وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ “mereka
akan dilingkupi para malaikat“,
dijelaskan oleh Al Mula Ali Al Qari:
مَعْنَاهُ الْمَعُونَةُ وَتَيْسِيرُ الْمُؤْنَةِ
بِالسَّعْيِ فِي طَلَبِهِ
“Maknanya mereka akan ditolong dan dimudahkan dalam
upaya mereka menuntut ilmu” (Mirqatul Mafatih, 1/296).
3. Merupakan jihad fi sabilillah
Orang yang berangkat ke masjid untuk menuntut ilmu
syar’i dianggap sebagai jihad fi sabilillah. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن دخَل مسجِدَنا هذا لِيتعلَّمَ خيرًا أو يُعلِّمَه
كان كالمُجاهِدِ في سبيلِ اللهِ ومَن دخَله لغيرِ ذلكَ كان كالنَّاظرِ إلى ما ليس
له
“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) untuk
mempelajari kebaikan atau untuk mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi
sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka
ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya” (HR. Ibnu Hibban no. 87, dihasankan Al Albani
dalam Shahih Al
Mawarid, 69).
4. Dicatat sebagai orang yang shalat
hingga kembali ke rumah
Jika seorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat,
kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu), maka selama ia berada di
majelis ilmu dan selama ada di masjid, ia terus dicatat sebagai orang yang
sedang shalat hingga kembali ke rumah.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إذا تَوضَّأَ أحدُكُم في بيتِهِ ، ثمَّ أتَى المسجدَ ،
كان في صلاةٍ حتَّى يرجعَ ، فلا يفعلْ هكَذا : و شبَّكَ بينَ أصابعِهِ
“Jika seseorang berwudhu di rumah, kemudian mendatangi masjid, maka ia
terus dicatat sebagai orang yang shalat hingga ia kembali. Maka janganlah ia
melakukan seperti ini.. (kemudian beliau mencontohkan tasybik dengan
jari-jarinya)” (HR. Al Hakim no. 744,
Ibnu Khuzaimah, no. 437, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil, 2/101).
Tasybik adalah menjalin jari-jemari.
5. Dicatat amalannya di ‘illiyyin
Jika seorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat,
kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu) hingga waktu shalat
selanjutnya (semisal pengajian antara maghrib dan isya), maka ia terus dicatat
amalan kebaikan yang ia lakukan di masjid, di ‘illiyyin.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
صلاةٌ في إثرِ صلاةٍ لا لغوَ بينَهما كتابٌ في
علِّيِّينَ
“Seorang yang setelah selesai shalat (di masjid) kemudian menetap di sana
hingga shalat berikutnya, tanpa melakukan laghwun (kesia-siaan) di antara
keduanya, akan dicatat amalan tersebut di ‘illiyyin” (HR. Abu Daud no. 1288, dihasankan Al Albani
dalam Shahih Abu
Daud).
Dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Amir Ar
Ruhaili hafizhahullah:
والكتاب في العلِّيِّينَ كتاب لا يكسر و يفتح إلى يوم
القيامة محفوظ لا ينقص منه شيئ
“Catatan amal di ‘illiyyin adalah
catatan amal yang tidak akan rusak dan tidak akan dibuka hingga hari kiamat,
tersimpan awet, tidak akan terkurangi sedikit pun”
Dan tentu saja orang yang menuntut ilmu di masjid akan
mendapat semua keutamaan menuntut ilmu secara umum yang ini jumlahnya banyak
sekali.
Semoga Allah Ta’ala menambahkan semangat kepada untuk
terus menuntut ilmu syar’i, terutama di zaman penuh syubuhat dan fitnah ini.
Semoga Allah memberi taufik.
***
Faidah dari kajian Fiqhu Al Mashalih wal Mafasid, oleh Syaikh Sulaiman bin Amir Ar Ruhaili
Langganan:
Postingan (Atom)






