➰➰〰〰〰〰〰〰〰➰➰
Menangislah ...
Sebelum Ramadhan Pergi ...
Kita pernah berjanji mengkhatamkan Qur'an..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan..
Menangislah..
Sebelum Ramadhan Pergi ...
Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan ...
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan ...
Menangislah..
Sebelum Ramadhan Pergi ...
Kita berdoa sejak Rajab dan Sya'ban agar disampaikan ke Ramadhan..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan..
Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan..
Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah..
Bahkan..
Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib...
Menangislah wahai saudaraku ...
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir..
Bahwa ada satu hamba yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena..
Sehingga ramadhan yang mulia pun tersia-sia.
Menangislah..
Dan tuntaskan semuanya malam ini..
atas i'tikaf yang belum juga kita kerjakan..
atas lembaran Qur'an yang menunggu di khatamkan..
atas lembaran mata uang yang menunggu di salurkan..
atas sholat sunnah yang menunggu jadi amal tambahan..
Menangislah..
Lebih keras lagi... 😭
Karena Allah tidak menjanjikan apapun untuk ramadhan tahun depan, apakah kita masih disertakan...
✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA حفظه الله تعالى
Senin, 11 Juni 2018
Selasa, 05 Juni 2018
Renungan Jelang Itikaf : BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan.
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan.
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta'alla dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah.
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah.
Sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati.
Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah.
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah.
Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita.
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita.
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah.
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kota.
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah.
Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan.
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain bergelimang harta, tahta dan Wanita.
Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota.
Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali.
kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur'an.
Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam.
Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah.
Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah.
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita.
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita.
Maka panggilan Illahi makin bertambah dekat.
Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat.
Sesungguhnya
MATI itu PASTI...
ALAM KUBUR itu BENAR...
HISAB itu BENAR...
MAHSYAR ALLAH itu BENAR...
SYURGA dan NERAKA itu BENAR...
ALAM KUBUR itu BENAR...
HISAB itu BENAR...
MAHSYAR ALLAH itu BENAR...
SYURGA dan NERAKA itu BENAR...
Penyesalan itu selalu terlambat...
Menunda Taubat menunggu usia Tua...
Itupun kalau masih sempat...
Sebab syarat MATI ngak harus tua, ngak harus sakit ...
Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia"
Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik...???
Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya
آمـــــين يا ربّ العالمــين
***
Senin, 14 Mei 2018
" T E R O R I S " (Kapan Beraksi?)
KAPAN TERORIS BEREAKSI ??? ...
Ketika kitab suci Al-Quran dinistakan,
...Teroris DIAM tidak bereaksi...
Ketika nabi Muhammad dihina,
...tidak bereaksi...
Ketika ulama dan da'i dikriminalisasi dan dipenjara,
...tidak bereaksi...
Ketika Imam masjid dan masjid diserang orang-orang gila bersenjata,
...tidak bereaksi...
Ketika umat dilarang bicara tentang tuntunan Al-Quran memilih pemimpin,
...tidak bereaksi...
Lalu Kapan teroris bereaksi ?...
Ketika umat mulai bersatu, dalam satu shaf,
Ketika umat mulai kembali kepada Al-Quran, dan berkumpul menuntut keadilan,
membela Allah,
Aksi membela Al-Quran, mengajak memilih pemimpin sesuai perintah Al-Quran.
Inilah saatnya teroris bereaksi !!!
Maka bukan telinga yang tuli, atau mata yang buta.
Tapi sesungguhnya, hatilah yang buta.
Bacalah sejarah, ...
Teroris selalu muncul dan bereaksi.
Pada saat yang... "TEPAT !!!"
Ketika Islam dan umat ditindas,
teroris diam tak berbekas...
Tapi ketika Fajar kebangkitan Islam mulai nampak.
Dan umat berbondong-bondong menghadiri pengajian.
Lalu para da'i dan ulama mulai dicintai.
Tiba-tiba saja teroris muncul bak koboi berpistol di siang bolong.
Membawa bom dan bertakbir seakan sedang membawa nama Islam di tengah perang.
Aku bertanya kepada mu saudaraku, ...
Apakah yang sedang dibela oleh teroris itu?
Sedang membela Islam kah... ?
Sedang membawa agenda pengalihan isu ?
Sedang menciptakan situasi agar Islam dibenci?
Sedang menebar ketakutan dan kebencian?
pengadu domba, pemecah ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa ???
Mengapa tidak terbesit dalam pikiran Anda ?
Mereka sebenarnya adalah musuh yang nyata, serigala berbulu domba, musuhmu yang sedang menyamar menjadi orang Islam, yang sedang menjalankan skenario stigmatisasi terhadap Islam...
TARGET UTAMA :
✅ Meredam kebangkitan Islam,
✅ memecah-belah persatuan umat,
✅ membangkitkan kebencian terhadap Islam,
✅ Agar tak ada lagi yang berbicara;
tentang Islam,
tentang kebangkitan,
tentang persatuan, dan
tentang kepemimpinan dalam Islam.
✅ Agar masjid-masjid kembali menjadi sepi,
✅ Agar agama dipisahkan dari politik, ekonomi, sosial dan budaya, dan
✅ Agar umat dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang tidak peduli kepada Islam dan umat Islam,
Lalu akhirnya, ...
Islam ditinggalkan oleh umatnya...
Kapan teroris bereaksi ? ...
Kini anda sudah tau jawabannya...
(Yogyakarta, 13 Mei 2018)
~~~~~~~
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan"
(HR. Muslim, 3509)
wallahu a'lam
والله اعلم
Allah lah yang Maha Mengetahui
.
barakallahu fiikum
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
"Semoga Allah memberkahi kalian”
Kamis, 19 April 2018
Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh istri dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama suami untuk membaca dan melakukannya
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya....
+ Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu?
+ ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja?
+ sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?
+ boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.
+ Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?
-: ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai.
+ saya ga berharap lebih koq pak Nas. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.
-: iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar.
+ mmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?
-: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.
Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.
Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan “ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”
Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”
Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.
Suami ga kerja ya ga apa2... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.
Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.
+ koq bisa lebih mulia dari anak yatim?
-: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.
Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.
+ Tapi... kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?
-: ya gpp juga... tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.
Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.
Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.
Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.
Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)
+ ya Allah... pak Nas... trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?
-: ibu mau ikuti games dari saya?
+ Apa itu Pak Nas?
-: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, tanyakan ke suami, “abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”
Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....
Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.
+ siap pak Nas
-: Smg Allah muliakan ibu dan suami.
+ Aaaamiin ya Rabb... trmksh pak Nas...
***
BARU 5 HARI BERLALU
+ Pak Nas.... ya Allah... trmksh banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama pak Nas... trmksh sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan pak Nas dan keluarga...
-: Alhamdulillah... gimana, gamesnya dijalankan?
+ Iya pak Nas... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia pak Nas, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget pak Nas...
-: Alhamdulillah...
+ Saya mau terusin gamesnya, ga 7 hari... mau selama2nya boleh pak Nas...?
-: Buoleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah...
+ Huhuhu... makasiiiiih pak Naas...
-: Sama2
Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh istri dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama suami untuk membaca dan melakukannya ☺.SUAMI DAN KERIDHOANNYA
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya....
+ Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu?
+ ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja?
+ sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?
+ boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.
+ Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?
-: ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai.
+ saya ga berharap lebih koq pak Nas. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.
-: iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar.
+ mmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?
-: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.
Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.
Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan “ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”
Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”
Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.
Suami ga kerja ya ga apa2... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.
Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.
+ koq bisa lebih mulia dari anak yatim?
-: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.
Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.
+ Tapi... kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?
-: ya gpp juga... tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.
Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.
Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.
Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.
Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)
+ ya Allah... pak Nas... trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?
-: ibu mau ikuti games dari saya?
+ Apa itu Pak Nas?
-: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, tanyakan ke suami, “abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”
Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....
Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.
+ siap pak Nas
-: Smg Allah muliakan ibu dan suami.
+ Aaaamiin ya Rabb... trmksh pak Nas...
***
BARU 5 HARI BERLALU
+ Pak Nas.... ya Allah... trmksh banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama pak Nas... trmksh sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan pak Nas dan keluarga...
-: Alhamdulillah... gimana, gamesnya dijalankan?
+ Iya pak Nas... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia pak Nas, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget pak Nas...
-: Alhamdulillah...
+ Saya mau terusin gamesnya, ga 7 hari... mau selama2nya boleh pak Nas...?
-: Buoleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah...
+ Huhuhu... makasiiiiih pak Naas...
-: Sama2
+ Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu?
+ ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja?
+ sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?
+ boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.
+ Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?
-: ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai.
+ saya ga berharap lebih koq pak Nas. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.
-: iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar.
+ mmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?
-: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.
Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.
Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan “ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”
Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”
Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.
Suami ga kerja ya ga apa2... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.
Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.
+ koq bisa lebih mulia dari anak yatim?
-: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.
Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.
+ Tapi... kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?
-: ya gpp juga... tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.
Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.
Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.
Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.
Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)
+ ya Allah... pak Nas... trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?
-: ibu mau ikuti games dari saya?
+ Apa itu Pak Nas?
-: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, tanyakan ke suami, “abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”
Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....
Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.
+ siap pak Nas
-: Smg Allah muliakan ibu dan suami.
+ Aaaamiin ya Rabb... trmksh pak Nas...
***
BARU 5 HARI BERLALU
+ Pak Nas.... ya Allah... trmksh banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama pak Nas... trmksh sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan pak Nas dan keluarga...
-: Alhamdulillah... gimana, gamesnya dijalankan?
+ Iya pak Nas... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia pak Nas, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget pak Nas...
-: Alhamdulillah...
+ Saya mau terusin gamesnya, ga 7 hari... mau selama2nya boleh pak Nas...?
-: Buoleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah...
+ Huhuhu... makasiiiiih pak Naas...
-: Sama2
Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh istri dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama suami untuk membaca dan melakukannya ☺.SUAMI DAN KERIDHOANNYA
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya....
+ Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
-: emangnya kenapa bu?
+ ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja?
+ sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?
+ boleh pak Nas.
-: gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.
+ Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?
-: ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai.
+ saya ga berharap lebih koq pak Nas. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.
-: iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar.
+ mmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?
-: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.
Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.
Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan “ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”
Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”
Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.
Suami ga kerja ya ga apa2... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.
Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.
+ koq bisa lebih mulia dari anak yatim?
-: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.
Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.
+ Tapi... kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?
-: ya gpp juga... tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.
Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.
Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.
Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.
Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)
+ ya Allah... pak Nas... trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?
-: ibu mau ikuti games dari saya?
+ Apa itu Pak Nas?
-: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, tanyakan ke suami, “abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”
Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....
Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.
+ siap pak Nas
-: Smg Allah muliakan ibu dan suami.
+ Aaaamiin ya Rabb... trmksh pak Nas...
***
BARU 5 HARI BERLALU
+ Pak Nas.... ya Allah... trmksh banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama pak Nas... trmksh sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan pak Nas dan keluarga...
-: Alhamdulillah... gimana, gamesnya dijalankan?
+ Iya pak Nas... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia pak Nas, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget pak Nas...
-: Alhamdulillah...
+ Saya mau terusin gamesnya, ga 7 hari... mau selama2nya boleh pak Nas...?
-: Buoleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah...
+ Huhuhu... makasiiiiih pak Naas...
-: Sama2
Sabtu, 31 Maret 2018
Parkir Mobil Di Jalan Depan Rumah Dan Menganggu Jalan Warga
Jika jalan di depan rumah itu tidak masalah dengan keberadaan mobil, mungkin tidak terlalu masalah, akan tetapi terkadang mobil diparkir sudah memakan tempat separuh jalan dan membuat arus jalan menjadi macet dan membuat halangan dan kesusahan bagi warga.
Mengingat jalan tersebut adalah jalan umum, hendaknya seorang Muslim memperhatikan ajaran Islam bahwa termasuk keimanan adalah menyingkirkan “rintangan/gangguan” dari jalan semisal batu, kayu kecil duri dan lain-lain.
Nah, apabila rintangan itu sebesar mobil, tentu lebih tidak layak lagi diparkir dan menjadi gangguan di jalan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻭْ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳِﺘُّﻮْﻥَ ﺷُﻌْﺒَﺔً، ﻓَﺄَﻓْﻀَﻠُﻬَﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺇِﻣَﺎﻃَﺔُ ﺍﻟْﺄَﺫَﻯ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺀُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥِ .
“Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illaAllah (tiada sesembahan yang haq selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan salah satu cabang keimanan.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Seorang Muslim adalah orang yang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Hendaknya jangan sampai membuat gangguan bagi orang lain.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻢُ ﻣَﻦْ ﺳَﻠِﻢَ ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻭَﻳَﺪِﻩِ
“Yang disebut dengan Muslim sejati adalah orang yang selamat orang Muslim lainnya dari (gangguan) lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hendaknya memperhatikan ketika beli mobil :
1. Tidak kredit di bank dengan riba
Jika tidak ada uang tidak perlu beli, jangan memaksakan.
Hidup apa adanya lebih menenangkan daripada hidup bergaya di atas utang.
Apabila sagat butuh, tidak harus mobil baru, mobil second juga bisa asalkan masih bagus mesinnya.
2. Jika tidak perlu sekali, cukup satu mobil saja satu rumah.
Terkadang belum sekali sudah beli mobil satu lagi (dengan riba dan kredit), satu mobil masuk garasi, satunya lagi parkir di jalan
3. Lebih baik kita mengorbankan ruang tamu rumah menjadi garasi, diubah menjadi garasi mobil atau diatur sedemikian rupa (bisa jadi dua fungsi).
Ini lebih baik daripada menganggu jalan orang lain.
Demikian semoga bermanfaat
*
@Gemawang, Yogyakarta Tercinta
Penyusun : Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
Shared from Muslim Afiyah for android http://bit.ly/MuslimAfiyah
Minggu, 25 Maret 2018
ILMU SEMAR MESEM.
Gareng : "Apakah Romo pernah dicaci-maki seseorang..?"
Semar: "Pernah....!"
Petruk : "Pernahkah dimusuhi seseorang, Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Bagong : "Apa pernah dibenci seseorang, Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Gareng: "Apakah sampeyan juga pernah dihujat seseorang, Mo..?"
Semar: "Pernah....!"
Petruk: "Apakah semua itu dilakukan secara terang-terangan, Mo..?"
Semar : "Ada yang dilakukan secara terang-terangan, ada juga yang hanya dilakukan secara diam-diam dari belakang.."
Bagong : "Lantas apa yang Romo perbuat terhadap orang-orang itu..?"
Semar : "Thole, nggèr anak-anakku cah bagus, podo dirungokno yo..! Aku tidak balik mencaci-maki dia, akupun tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula akan membencinya dan aku juga tidak berpikir akan membalas hujatannya.."
Gareng (penasaran) : "Kenapa bisa begitu, Mo..?"
Semar (sambil membetulkan duduknya) :
"karena pikiran serta hatiku tidak terfokus pada siapa yang mencaci-maki, siapa yang memusuhi, siapa yang membenci dan siapa yang menghujat."
"Pikiran dan hatiku hanya terfokus pada siapa yang menggerakkan lidah mereka sehingga mencaci-maki aku."
"Siapa yang menggerakkan jiwanya sehingga memusuhi aku,
Siapa yang menggerakkan hatinya, sehingga membenci aku."
"Dan siapa yang menggerakkan pikirannya, sehingga membuat mulutnya menghujat aku..."
Petruk : "Dia itu siapa, Mo..?"
Semar:
"Dialah GUSTI YANG Maha Pencipta. DIA-lah sebagai Maha yang berkuasa atas segala sesuatu yang sudah, belum, sedang dan yang akan terjadi."
"Hanya DIA-lah satu-satunya yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang-orang itu, sehingga lidahnya bisa mencaci maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat diri ini. Tanpa-NYA tentu mustahil bisa terjadi."
"Sehingga aku beranggapan, sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan dan hujatan itu sengaja dihadirkan GUSTI ALLAH SWT agar jiwaku menjadi kuat melewati rintangan dan hatiku menghebat tatkala menghadapi ujian."
Jadi, adalah SALAH BESAR jika aku menyalahkan Orang-orang itu, apalagi membalasnya."
"Bagiku itu tidak perlu, bahkan aku berkeyakinan bahwa, segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan ini, tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba, semua sudah diatur sedemikian rupa oleh-NYA, maka apapun kenyataan yang aku terima kemarin, hari ini atau suatu hari nanti, tidak ada yg sia-sia."
"Bahkan dibalik semua itu, pasti ada hikmah yg terbaik yang bisa merubah kehidupanku agar menjadi lebih baik dari sebelumnya."
"Karena aku tahu, sesungguhnya GUSTI ALLAH itu MAHA BAIK."
"Anak-anakku, kowe kabeh (kamu semua) jangan terpengaruh kalau dihina."
"Hati jangan melambung kalau dipuji !"
"Tidak penting dianggap baik, yang penting terus belajar menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab."
Itulah sekilas tentang ilmu Semar Mesem yang mudah disampaikan, namun sulit diamalkan (rodhok angèl nglakoni, tapi kita tetap hrs berusaha menjadi lebih baik).
Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan, memberikan & melimpahkan karunia keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua !...
Aamiin.....
semoga selalu sehat dan dalam perlindungan Allah SWT
Semar: "Pernah....!"
Petruk : "Pernahkah dimusuhi seseorang, Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Bagong : "Apa pernah dibenci seseorang, Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Gareng: "Apakah sampeyan juga pernah dihujat seseorang, Mo..?"
Semar: "Pernah....!"
Petruk: "Apakah semua itu dilakukan secara terang-terangan, Mo..?"
Semar : "Ada yang dilakukan secara terang-terangan, ada juga yang hanya dilakukan secara diam-diam dari belakang.."
Bagong : "Lantas apa yang Romo perbuat terhadap orang-orang itu..?"
Semar : "Thole, nggèr anak-anakku cah bagus, podo dirungokno yo..! Aku tidak balik mencaci-maki dia, akupun tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula akan membencinya dan aku juga tidak berpikir akan membalas hujatannya.."
Gareng (penasaran) : "Kenapa bisa begitu, Mo..?"
Semar (sambil membetulkan duduknya) :
"karena pikiran serta hatiku tidak terfokus pada siapa yang mencaci-maki, siapa yang memusuhi, siapa yang membenci dan siapa yang menghujat."
"Pikiran dan hatiku hanya terfokus pada siapa yang menggerakkan lidah mereka sehingga mencaci-maki aku."
"Siapa yang menggerakkan jiwanya sehingga memusuhi aku,
Siapa yang menggerakkan hatinya, sehingga membenci aku."
"Dan siapa yang menggerakkan pikirannya, sehingga membuat mulutnya menghujat aku..."
Petruk : "Dia itu siapa, Mo..?"
Semar:
"Dialah GUSTI YANG Maha Pencipta. DIA-lah sebagai Maha yang berkuasa atas segala sesuatu yang sudah, belum, sedang dan yang akan terjadi."
"Hanya DIA-lah satu-satunya yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang-orang itu, sehingga lidahnya bisa mencaci maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat diri ini. Tanpa-NYA tentu mustahil bisa terjadi."
"Sehingga aku beranggapan, sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan dan hujatan itu sengaja dihadirkan GUSTI ALLAH SWT agar jiwaku menjadi kuat melewati rintangan dan hatiku menghebat tatkala menghadapi ujian."
Jadi, adalah SALAH BESAR jika aku menyalahkan Orang-orang itu, apalagi membalasnya."
"Bagiku itu tidak perlu, bahkan aku berkeyakinan bahwa, segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan ini, tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba, semua sudah diatur sedemikian rupa oleh-NYA, maka apapun kenyataan yang aku terima kemarin, hari ini atau suatu hari nanti, tidak ada yg sia-sia."
"Bahkan dibalik semua itu, pasti ada hikmah yg terbaik yang bisa merubah kehidupanku agar menjadi lebih baik dari sebelumnya."
"Karena aku tahu, sesungguhnya GUSTI ALLAH itu MAHA BAIK."
"Anak-anakku, kowe kabeh (kamu semua) jangan terpengaruh kalau dihina."
"Hati jangan melambung kalau dipuji !"
"Tidak penting dianggap baik, yang penting terus belajar menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab."
Itulah sekilas tentang ilmu Semar Mesem yang mudah disampaikan, namun sulit diamalkan (rodhok angèl nglakoni, tapi kita tetap hrs berusaha menjadi lebih baik).
Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan, memberikan & melimpahkan karunia keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua !...
Aamiin.....
semoga selalu sehat dan dalam perlindungan Allah SWT
Sabtu, 24 Maret 2018
PROGRAM UMROH GRATIS BILAL GELOMBANG KE-2
بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
الحمد لله ربّ العالمين
Dengan ini إن شاء اللّٰه Lembaga BILAL memberikan peluang bagi yang memenuhi kualifikasi terbaik untuk berangkat umroh di akhir tahun 2018/awal tahun 2019,
Dengan kriteria/syarat:
1. Akhwat, janda
2. Telah menjadi pengajar TPA minimal 15 tahun.
3. Hafal minimal 2juz
3. Belum pernah umroh dan belum pernah mendaftar umroh karena keterbatasan ekonomi.
4. Usia minimal 45 tahun.
5. mengumpulkan KK dan KTP ( scan kirim lewat email )
6. Tes wawancara
Penerimaan seleksi paling lambat tanggal 31 Juli 2018 *
CP : Ust Rustam Diyarhamudi
0852 8373 8638
Semoga info ini bisa bermanfaat dan jadi ladang amal buat kita semua.
شكرا كثيرا
Ust. Rustam Diyarhamudi Ahf
(Mudir BILAL)
Alamat : Komplek Timah CC III NO 19 Kel Tugu Kec Cimanggis Depok JABAR
email : diyarhamudi@gmail.com
www.bilal.or.id
NB: Diberikan kesempatan bagi para donatur untuk berpartisipasi dalam program Umrah Gratis untuk mereka yg berkhidmat untuk Al Quran, dipersilahkan menghubungi BILAL.
*jika kuota sudah terpenuhi pendaftaran akan di tutup
الحمد لله ربّ العالمين
Dengan ini إن شاء اللّٰه Lembaga BILAL memberikan peluang bagi yang memenuhi kualifikasi terbaik untuk berangkat umroh di akhir tahun 2018/awal tahun 2019,
Dengan kriteria/syarat:
1. Akhwat, janda
2. Telah menjadi pengajar TPA minimal 15 tahun.
3. Hafal minimal 2juz
3. Belum pernah umroh dan belum pernah mendaftar umroh karena keterbatasan ekonomi.
4. Usia minimal 45 tahun.
5. mengumpulkan KK dan KTP ( scan kirim lewat email )
6. Tes wawancara
Penerimaan seleksi paling lambat tanggal 31 Juli 2018 *
CP : Ust Rustam Diyarhamudi
0852 8373 8638
Semoga info ini bisa bermanfaat dan jadi ladang amal buat kita semua.
شكرا كثيرا
Ust. Rustam Diyarhamudi Ahf
(Mudir BILAL)
Alamat : Komplek Timah CC III NO 19 Kel Tugu Kec Cimanggis Depok JABAR
email : diyarhamudi@gmail.com
www.bilal.or.id
NB: Diberikan kesempatan bagi para donatur untuk berpartisipasi dalam program Umrah Gratis untuk mereka yg berkhidmat untuk Al Quran, dipersilahkan menghubungi BILAL.
*jika kuota sudah terpenuhi pendaftaran akan di tutup
Langganan:
Postingan (Atom)






